Sunday, February 26, 2012

Quality time with my pals (1)

Today was a nice Sunday.

Hari Minggu gue kali ini dimulai dengan ibadah pagi hari yang diiringi oleh paduan suara anak-anak yang ceria. Coba dong, di akhir ibadah  mereka pada semangat nyanyi "Sukacita di Hatiku" terus-terusan pas di salam persekutuan. Keceriaan mereka berhasil membuat para jemaat yang nunggu giliran salaman presbiter ikut goyang-goyang (biar le cuma sadiki) dan anak-anak multimedia joged-joged di ruang kontrol. hahaha

Siangnya,agak ngebetein sih. Namun kebetean itu segera hilang setelah disambut dengan begitu banyak makanan sadap karena ada saudara dari Gorontalo datang. Don't worry, I'm still stick to my "no meat for a month" rules. Yang gue makan adalah bihun goreng dan puding cokelat (masing-masih dua piring). Kayak gue belum gendut aja, gue masih melahap brudel buatan Oma Emi sebagai cemilan sore gue.

Sorenya sempat hujan. Hujan yang sempat turun berhasil menggagalkan niat gue buat body combat. Namun tidak cukup deras untuk mematahkan semangat gue jalan bareng temen-temen gue. (Alasan banget tuh!Padahal emang lagi malas membakar kalori). Jadi setelah nemenin belanja bulanan, mengarahlah gue ke Standing Sushi, tempat janjian gue dengan Amanda dan Sendy.

Amanda dan Sendy adalah teman terlama gue Gue udah kenal mereka sejak TK. Kami sama-sama alumni TK DON BOSCO 1. Kayak kurang cukup ketemuan di sekolah, kami juga bergereja di tempat yang sama. Pas gede aja,karena udah sibuk, akhirnya cuma bisa ketemuan pas jadi pengisi acara gereja,latihan PS Jemaat, atau tiap hari Minggu (in which pasti salah satu dari kami ada yang tugas).

Oke,semuanya berawal dari mention-an Sendy yang sangat random ke gue dan Amanda yang menjurus ke arah pembicaran ala tante-tante Manado.

hidup di lingkungan orang perantauan Manado bener-bener bisa bikin kambuh  ngomong Manado secara tiba-tiba. hahaha


So there we were at Standing Sushi. Berhubung gue udah kekenyangan akibat kalap di siang hari, gue cuma pesen gorengan dan hot Ocha. Gue cuma bisa ngiler mata aja ngelihat Sendy dan Amanda ini mesen sushi dan sashimi. Terus yang lebih pinter lagi. Mereka pesen cold ocha cuma satu gelas!! (sigh) Harusnya gue juga enggak pesen minum tuh. (otak pelitnya baru jalan pas udah keburu mesen.)

There are so many things that we discussed. Tentu aja karena kami ini cewek-cewek,  topiknya bisa  berubah  dari satu hal ke hal lain secara random. Awalnya ngomongin sushi, tiba-tiba jadi ngebahas orang-orang di gereja, berubah ke pergaulan anak SMA jaman sekarang (dengan mengambil contoh kasus dari anak-anak SMA yang kita kenal. Kalo gue,jelas ngambil sepupu gue),terus ngebandingin sama pergaulan  jaman waktu kami SMA, terus loncat lagi gimana cara ngedapetin VISA ke USA dan isi paspor, kemudian loncat mengenai asal muasal nama kami masing-masing, terus loncat lagi ke pembicaraan tugas kuliah, dan kembali lagi ke masalah gereja. Our discussion went on and on until we're the last guest on that restoran. Serius! Pas  mau balik, yang ada di restoran cuma tinggal kami bertiga dan para pegawainya. Gila,antara merasa bersalah dan mau ketawa ngelihat betapa leganya para karyawannya pas akhirnya kami bertiga memutuskan buat keluar.

Rencananya, setelah foto-foto kayak ababil di wc, kami udah mau pulang naik taksi. Ehh, ketarik ke panggung Lapiz.

 Buat apa?

Nontonin GR acara memperingati anniversary girlband yang hobi berdilema itu. Kami bertiga yang melihat mereka juga jadi ikut-ikutan berdilema. Ya ampun,kalau dilihat secara langsung,ternyata mereka enggak setinggi itu. However,mereka tuh jauuuuh lebih kurus dibanding kalo lihat di TV( Camera does make you 10kgs bigger than you really are ya). Yah, berarti pupuslah  harapan gue dan Amanda bikin girlband.Hahaha.

Lumayan juga lho. Kalau kita nonton pas hari H,akan disuruh bayar Rp 30.000,00/2 orang. Kalau nonton GR malam-malam gini kan masih gratis, enggak desak-desakkan, dan dapet view close up pula. xixixixi

Photo taken by Sendy's camera


Pokoknya dipantengin sampai  girlbandnya latihan lagu ke-3. Si Sendy asyik ngobrol sama kenalannya (Emang nih anak saking eksisnya,kenalannya banyak di Jakarta. hahaha). Si Amanda asyik ngambilin foto sang girlband lagi latihan. Maksudnya sih buat dipamerin ke keponakannya yang notabene salah satu penggemar berat girlband itu. Tapi,emang dasar niatnya udah jelek sih. BBnya Amanda sempet ngehang dua kali sebelum akhirnya berhasil foto. Hahaha. Gue? Yang gue sih anteng aja. Secara gue juga bukan penggemar. Gue hanya mengamati aja para boyband tamu yang lagi rehearsal dan saat di girlband rehearsal. Lagian kayaknya di sebelah gue lagi duduk salah satu anggota fame (i-pop boyband yang masih mau diakui Silphee dan Jeje). Ternyata aslinya mereka lumayan shuai. hahaha

.

Merasa sebelas-dua belas kayak Cinderella, kami bertiga baru pulang tepat pukul jam 12 malam. Namun karena belum dua belas-dua belas, syukurlah vehicle yang kami naiki untuk pulang  tidak berubah menjadi labu. *apa sih,jo??????

Oh well, I had a great time with you, guys. Semoga kali berikut,bisa ngajak Oppie, Kezia, Ichi, serta teman seperjuangan sejak TK lainnya!! XD


 Ya ampun, Jo. Minggu lalu,lu nontonin JKT48. Minggu ini nontonin si dilema. Bentar lagi gue beneran berubah jadi ababil ini. *tepok jidat.

Joan Loves.... Flavor of Love

PLOT (from gagasmedia&penambahan sendiri)
Aku mencandu segala hal yang manis—terutama dirimu. Seperti madu di ujung lidahku, kecupanmu terasa manis, menghangatkan sekujur tubuhku dengan rona malu. Seperti tiga sendok gula untuk tehku, entah sejak kapan hariku tak lagi lengkap tanpa kehadiranmu.

Jadi maaf jika aku seperti tak tahu malu mengakui ini di hadapanmu. Tapi sungguh, aku teramat membutuhkanmu. Butuh sekian lama waktu untuk menyadari ini, tapi sekarang aku benar-benar percaya. Hanya kau yang kumau. Hanya kau yang mampu membuatku merindu.

Katakan, apa jawabmu? Harus seberapa lama lagi bibirku mengering karena menahan diri membisikkan cinta untukmu?

==============
Meet Pru, 20-something young woman, yang bekerja di majalah lifestyle ternama Medan bidang kuliner. Atas ide Aro, teman/tetangganya, Pru membuat sebuah blog yang berjudul "Pure Prue". Blog ini digunakan Prue sebagai penyaluran kalau dia lagi bosen menulis tentang kuliner melulu.

Supaya enggak terkesan biasa dan menarik dibaca, Pru memutuskan untuk membahas seputar pernikahan di blognya. Bukan masalah do or don'ts menjelang resepsi pernikahan sih, tetapi lebih kepada kenapa cowok susah banget berkomitmen, baik untuk menikah atau yang sesimpel seperti pacaran, dan masih banyak lagi.

Tapi kita enggak hanya melihat post-post di blog Prue. Kita juga akan melihat bagaimana kehidupan sehari-hari Prue beserta teman-temannya yang akhirnya menjadi ide di balik tiap post yang ada di dalam blognya.

My Thoughts

Emang gagas media paling jago bikin sinopsis buku yang bikin orang enggak ketebak ini novel ceritanya tentang apa!! Bahkan novel historical romance (yang enggak pernah saya beli ya,saudara-saudara) jauh lebih bermurah hati ngasih tahu tentang apa inti cerita novel itu.

Awalnya gue agak ragu untuk membeli novel ini. Why? Gue emang bukan penggemar cerita romantis written by men. Cerita romantis karangan cowok yang selama ini gue baca dikit banget yang bagus dan menarik. Nicolas Sparks selalu bikin mewek dan pasti ada yang mati. Shakespeare selalu punya tokoh-tokoh dengan konfliknya rada ridiculous menuju kiplik (bahasanya aja yang ribet). Terus 3 metropop yang baru-baru ini terbit which written by men, semuanya enggak menarik, ngebosenin, dan terkesan maksa. Pokoknya baru Remy Sylado,Christian Simamora, dan Andrei Aksana yang berhasil menampilkan cerita romantis yang enak dibaca dan bikin gu ketagihan. 

Tapi yaah..lihat sendiri deh betapa sampul novel ini  bikin ngiler. Mana saat itu,pas banget  gue lagi kelaperan.. Akhirnya gue pun membeli buku ini. (*Yeah, guys. Sometimes  I bought a book for an absurd reason _l7o)

Oke, to be fair, alur ceritanya emang rada ketebak. Begitu juga dengan jenis tokoh utama dan antagonis yang ada.  It's about girl grew up with a boy, people tease them how they meant for each other, both denied that particular fact,and so on. Novel ini semakin lengkap dengan  keberadaan tokoh antagonis yang terkenal: the young and beautiful sexy woman yang kecentilan dan menganggap dirinya sebagai pusat tata surya. Tahulah ke mana cerita ini akan berlanjut.

However, gue tetap menyukai novel ini. Meskipun mengambil setting di Medan, penulis masih bisa menghadirkan conversation antar tokoh yang enak dibaca  dan ada lha beberapa funny scene yang enggak terlalu  maksa .Pengalaman gue dengan novel berlatar sama, gue ngerti sih maksudnya karena mereka kebawa cara ngomong tempat mereka tinggal,but still....

Untuk soal tokoh cowoknya. Dari semua tokoh cowok yang ada, gue suka kok Mastaro alias si Aro ini. Dia emang chubby, boro-boro bersix-pack, but he's a sweet guy, yang bersikeras nganterin Pru (or at least memastikan dia bakal sampai dengan selamat di rumah) karena udah janji sama bapaknya Pru untuk ngejagain sahabatnya itu.Sepele sih, tapi itu bikin gue lumer.

Menurut gue,nilai plus di novel ini memang dari sisi post blognya. Post-postnya mencoba menguak semua alasan yang mungkin dipakai cowok untuk menghindari berkomitmen.Selain itu, post-post ini menawarkan solusi mengenai berkompromi saat menyangkut menjalin hubungan bagi cewek dan cowok. Yah, cocoklah untuk dibaca semua cewek-cewek di luar sana yang sedang tidak jelas mau dibawa hubungan mereka sama si cowok.

Lastly, Gue  amat sangat  menghargai usaha pengarang yang berpihak pada perempuan berkaitan soal komitmen tanpa terlalu menjatuhkan kaumnya di dalam post ini.

Hmm...Kayaknya cowok-cowok perlu baca post-post yang ada di novel ini deh. xixixixi

Conclusion
Cerita yang so sweet dan  gampang ketebak,tapi tetap sangat asyik buat dibaca sambil ngemil cupcake. Yang menjadi nilai tambah di sini bagi gue adalah intermesso berupa blog sebelum memulai maupun mengakhiri bab dalam novel.
Ini adalah salah satu novel romantis karangan cowok yang menurut gue sama sekali enggak 'sucks'.




Wednesday, February 22, 2012

Joan Loves.... This Means War




THE PLOT
Tuck (Tom Hardy) and FDR (Chris Pine) are best friends. They're both are TOP CIA agents. They're both are single and not in a relationship at the moment. FDR are the typical charismatic spy,like James Bond. You know live life the fullest and having fun with girls. While Tuck is a sweet divorced gentlemen who misses being in love.Then there's Lauren (Reese Witherspoon). She's a sconsumer products tester/reviewer who's also not been in the dating game for a while since she found out her guy cheated with a pilates instructor.


Lauren's friend,  Trish (Chelsea Handler),always encourages Lauren to move on by finding a boyfriend,not only date a guy. Seeing Lauren doesn't seem doing her best to find one, Trish put Lauren's profile on dating website.Meanwhile, Tuck also put his profile on the same dating website and got a first date with Lauren.

As a best friend, FDR offers to watch Tuck on date from afar, in case the date went disaster. So FDR waits in DVD store. There he met Lauren who just finished meet Tuck, but FDR doesn't now that she was Tuck's date yet. Attracted to her frank opinion about him, FDR decides to pursue Lauren.


The next day at the office, FDR and Tuck finally realized they like the same girl. FDR offers to back off from her because he's more experience than Tuck who hasn't been in dating game since divorced. Feeling underestimated by FDR, Tuck turns down the offers and wants to compete fair and square.

So the competition between 2 CIA agents to get a girl is begun. Using their ability as a man and as a spy , Tuck and FDR compete to be the best man for Lauren. So who'll get Lauren? The charming bad boy FDR or the British sweet gentleman Tuck?

MY THOUGHT

I love it,love it love it!!!!!!

At first I thought it will be the typical  spy movie with humor here and there.Thank goodness, I was wrong! This is such a cute hilarious romantic comedy movie. I laugh all the way through till  the end of the movie XD

So here are the reason why I love it:
1) I like Trish. Gue suka pas dia bilang ke Lauren untk enggak memilih "who's the better man". Instead, choose the man who can make you better a person. Aww~..

2) The efforts both men do to get to know her. Kocak lho! Anak buah mereka dimanfaatin buat nyari tahu tentang Lauren with CIA technology. Terus anak buahnya percaya aja gitu kalau men-spy Lauren ada hubungannya sama kasus yang lagi mereka tangani. Enggak cuma buat background-check Lauren lho, tapi juga buat saling  mengintai dan menyabotase  ketika Lauren lagi kencan dengan salah satu dari Tuck dan FDR. But that's what makes this movie hilarious and i think guys viewer who watched it won't get bored,too.

3)Pas Lauren kencan sama Tuck di paintball field. Kocak parah! Enggak terima dibilang "safe dan ngebosenin", Tuck tries to impress her with showing off his ability too shoot and give some action in the field. At the end of the date, Lauren ga sengaja nembak Tuck's crotch with the paint gun. Just too hilarious.


4)The BOYS!! DUH~~~ I have to admit that the first reason I watched it because I want to see Chris Pine. But,at the end of the movie, I found myself fell in love it Tom Hardy's character. I mean, what's not to love? He's strong (no question about that). He's a gentleman with a sincere gestures. Moreover, he's British!



THE CONCLUSION
Honestly, it's like THE BACHELORETTE, but it's the better version. It's way funnier, way more action, and no cheesy scene what so ever.

It has gorgeous guys and comedy romantic plot for the girls. For the guys who's kind enough to watch it with the girls, don't worry. to get bored.  It also has sexy girls, awesome CIA spy technologies, and action scenes for you guys. Most importantly, it has funny scenes for all of the audiences, yang menurut gue lucu banget dan enggak maksa :)

So for all of hopeless romantics out there, I recommend this movie for you :D