Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts

Friday, February 17, 2012

Joan Loves.... make a comment about "The Vow"

The Vow Poster



THE PLOT


A car accident puts Paige (McAdams) in a coma, and when she wakes up with severe memory loss, her husband Leo (Tatum) works to win her heart again.(IMDB.COM)







My Thoughts


Sejak gue melihat trailernya tahun lalu, gue udah ngincer banget nonton ini. From its trailer, I already expected that this one of movies which makes me cry sampai ngabisin tissue. I mean,come on. You have two actors and both had played a role in based on Nicholas Sparks' novels. Both novels made me cry in the end of the story. "The Vow" also based on book (from what I heard).Not ordinary novel, but from TRUE STORY. Of course I thought this will be a great tearjerker romantic movie.


But I think I just set my hope too high.


In fact, Agmel and I didn't cry at all (except,my 3 friends who cried all the way through the movie).


Well, it's not a bad. I still have my favouritea moments, such as:


1) The Vow scene, which was so sweet. Leo and Paige read their vows at the art museum, then they were chased by security guard. It turned out, they married there without the place's permission. Hadeeeuh, hahaha.



2) All of Leo's efforts to make Paige fall in love with him again. He's so patient dealing his wife despite the fact that his wife didn't recognize him at all. He also asked her to date him again. But what I appreciate was even though he know the reason why Paige leave her family and her parents been so impolite to him. Ya masa dong, itu udah jadi suami orang,anaknya 'dipaksa secara halus suapaya Paige ke rumah ortunya aja. Kayak kurang aja, si Bapaknya nyuruh Leo buat menceraikan Paige padahal Leo itu bener-bener so sweeeet habiss jadi suami!!!!! Oke, lanjut, Leo didn't wanna say anything because he wants her to be happy . It looks like she was happy to see her family again after having amnesia and didn't remember anything,except her family. Dia mau Paige cinta sama Leo lagu bukan karena 'dirty secret yang bisa aja dikasih tahu Leo, tapi karena emang usaha Leo.



3) The heartbreaking moment when Leo decided to give up and let Paige go.  He said,"Your memories are not coming back. The fact is I'm still a stranger." Then she said," I'm trying not to hurt you. It's just that I'm tired of disappointing you...I hope that one day I'll begin to love the way you love me." Aaa, kasihaan Leo :(


4) The last, but definitely the best scene from the movie for me was  how Paige's Mum explained the reason she didn't leave Paige's Dad. She said, "I was ready to leave. Then one afternoon, I was alone at the house and I started looking at the pictures of you and your sister. And the house seems to be filled with us. I realized that is the important moment in my life and I couldn't just go.I chose to stay with all the right things he had done and not to leave with the one mistake he did."


Aaaa, that was so deep!!! I mean, as we know, there are so many people ended their relationship because they can't forgive the other's mistake. They just forgot why they fell for each other. But  from Paige's Mum, I can learn that in marriage the road might not be smooth all the time. At some point, our spouse possibly will make mistakes that hurt us. Either it's big or not, we can choose. We can choose to be angry and leave them. The other option,we can  choose to be hurt and angry for a while, but we still stay. After we calm ourselves down, we try to remember what the right things he/she had done to us that made us fall in love for him/her,stay with him/her, then help them to go back to the right path.


Okay those are my best moments in that movie.


However, I still feel there's something about this movie. So I had a little research about it. AHA~ Now I know what's been missing. It's missing the 'faith' part.


After I read an article, I kinda get it. Hollywood dismiss the "God" part on this movie to reach wider viewers. That's just too bad. Because for me they just erase the most important  thing --the essence-- of the story. I mean, it's hard if you do those efforts like Leo's without faith. Ini sama aja kayak bilang mau mesen bakso,tapi yang dikasih Abangnya cuma kuah kaldu,bihun,mie kuning, sambal, cuka, bawang goreng,tapi bakso enggak dikasih. Rasanya sih masih enak, tapi kurang afdol kan?


Conclusion


It's a sweet and romantic movie without being too hopeless romantic. Not too dramatic, but still make sense. Well, it is based on true story,anyway.


This movie is all about giving the second chance to the one you love.  Most importantly, It's also about how serious you take your wedding vow towards your spouse in your daily married life. If something bad happen to someone you love or that someone you love hurts you,will you still stay with them or choose to leave them? Are you ready to stay with them when the 'worse' parts come to your married life?


It has a deep message, I must say. But still, the movie's missing something.


Friday, February 10, 2012

Joan Loves.... Lawson Station

Semuanya berawal dari status FB K'Iren yang masih berjuang di Jepang. The conversation between us:



Eh selang beberapa minggu kemudian, yang diomongin tiba di Kelapa Gading. Letaknya cuma beda satu ruko sama 7 Eleven. Firasat gue, kalau enggak ada kantor cabang BNI di ditu, gue yakin Lawson mau ngambil tempat langsung di sebelahnya Sevel.


So what is Lawson Station? Basically, dia ya emang kayak Sevel. It's  A market originated from US, but grew fast in Japan sampai akhirnya sampai di Indonesianya juga.  Yang jadi perbedaannya adalah di tempat ini, kita bisa mendapatkan beberapa makanan jajanan khas Jepang,kayak Oden,bento,mochi,dorayaki,and many more. Yah,enggak heran dong kalo sisi keJepangan gue meraung-raung harus nyoba ke sana. Apalagi semalem gue ngunjungin FB page mereka dan langsung tergiur ngeliat foto makanannya.


Akhirnya, hari ini gue ke Lawson Station. Sayang enggak boleh foto-foto di dalemnya. Jadi gue foto belanjaan gue aja:



Borongan gue pas ke sana. Kiri ke kanan : Cheese Cake, Onigiri, dan Oden :D

Menurut gue semuanya enak. Untuk rasa odennya surprisingly enak. Selain bakso-baksoan, benda yang gue pesen dalam ramuan oden gue (ce elah,bahasa lu,jo: ramuan) adalah white radish. Wew, I neve thought  white radish rasanya bisa enak gini,bukannya tawa. Hahaha. Terus, yang bikin antusias adalah kuahnya itu menurut gue enak banget. Onigirinya juga enak. Gue pilih Onigiri rasa Salmon Flake. However,menurut gue isinya rada dikit (hihihi, ogah rugi ya,Jo). Terus pas di rumah, gue nyicip Cheese Cake. Rasanya?!!! OISHII!!!! Sama sekali enggak berasa telur kayak punyanya B***d T**k. Kejunya lembut dilengkapi sama cookie base yang mantap :9.


Soal harga, menurut gue bersaing sih sama Seven Eleven. However, kayaknya gue akan lebih sering ke sini. Alasan pertama, makanannya enak. Alasan kedua, karena masih sedikit ababil yang ke sini (kan pada ngegaulnya di Sevel semua hahaha). Alasan ketiga, mereka pasang lagu JPOP (walau baru albumnya YUI sama Monkey Majik aja).  I know yang terakhir rada lame. But hey, gue juga rada bosen kale sehari-harinya ngedengerin Top40 Billboard yang ajeb-ajeb  dan Korea melulu. Sisi kejepangan gue kan harus dipuaskan juga. hahaha


Special Thanks to my sis in Japan yang ngasih tahu tentang ini. I definitely will come back to this place again. Ayo, Ci,cepetan pulang ke Indo, kita ngelabil di sana.

Joan Loves.... the fact that she finally visited a ramen house peopleare talking about

Kalau ditanya restoran yang lagi happening di Kelapa Gading akhir-akhir ini, buat gue, that would be Hakata Ikkousha.

Sejak masih dalam tahap pembangunan, gue memang udah ngebet banget pingin ke sini karena kata temen gue, ramen yang dijual di cabang pertama di Muara Karang itu ENAK banget. Penasaran lah gue sama tempat ini. Kan jarang-jarang ada restoran khusus ramen di Gading. Restoran Ramen buka setelah Niji Ramen, menurut gue, rasanya biasa banget. Nyobain Ramen di restoran yang bukan spesialis Ramen rasanya tuh lebih mengecewakan lagi(ini termasuk di restoran sushi sih menurut gue). Ya masa,ngakunya ramen,tapi mienya pake mie tek-tek dan kuahnya kayak indomie. Or, cuma mienya doang yang Jepang,tapi kuahnya sangat mengecewakan.

As much as I longed to visit that place, di bulan pertama tempat ini dibuka, sangat jelas bahwa gue enggak berjodoh sama Ikkousha. Gimana enggak? Either itu ditutup karena masih harus renovasi lagi, BANYAK banget yang ngantri, atau ditutup karena udah terlalu banyak yang ngantri, pokoknya semua faktor itu menghambat kunjungan gue ke Ikkousha. T___T

A couple of days ago, the universe was on my side. Awalnya, gue ngajakin si Cici nyobain Kyo-dai Ramen, restoran ramen yang juga baru buka di seberang MKG (habis Ikkoushanya rame mulu. Makanya gue berpikir untuk ngunjungin yang lain aja). Hei, pas lagi lewat  Boulevard Raya, gue melihat  Ikkousha tuh SEPI. Dan untuk melengkapi kebetulan itu, Kyodai Ramen yang mau kami coba ternyata masih TUTUP. Alhasil, gue dan Cici pun memutar balik dan menuju Ikkousha.  fufufufu



Begitu masuk ke dalam, gue rada kaget karena disambut dengan begitu banyak pegawai yang berteriak dengan semangatnya. Ga inget-inget banget. Pokoknya salah satu yang diteriakin adalah "Semangat Semangkuk!"

Kalau dari segi interiornya sih emang kerasa kayak kedai-kedai ramen Jepang.  Terus kayaknya, Sengaja menggunakan kursi stool supaya orang enggak nongkrong kalau udah selesai. Jadi,habis makan ya langsung pulang biar kasih kesempatan tamu lain yang mau makan di sana.

Pelayanannya pun menurut gue ya kayak yang sering gue baca di manga-manga. Bisa-bisanya satu meja yang untuk 6 orang didudukin  orang asing. Cici dan gue sengaja milih meja kosong di pojokan. Terus beberapa menit kemudian,dua orang pasangan oma-opa yang baru datang dipersilahkan duduk oleh pelayannya  di samping kita. Well, honestly, kami agak enggak sreg. Gue sih oke-oke aja kalau saat itu memang lagi crowded banget sampe ada orang-orang asing duduk semeja sama kita. However, kondisi restoran saat itu yang masih memiliki meja kosong,kayaknya mereka boleh duduk di meja yang kosong itu deh.. It's just my opinion sih.





Karena kami enggak laper-laper amat dan takut porsi ramennya gede banget, kami cuma memesan satu ramen dengan tambahan side dish.


Ramen Ayam Tam Tam

Ramen yang kami pesan itu adalah Ramen ayam Tam- tam. Menurut gue sih enak dari segi daging,kuah, dan mienya. My favourite part adalah telur rebus setengah matang yang pas banget sama kuahnya. Haha. Karena lidah gue lidah orang Manado, I didn't find this ramen as hot as I thought it would be. So I should add another hot oil into it.

However, I also don't think it's that great. The best ramen I've ever tasted was from  Niji Restaurant (yang enggak tahu sekarang udah pindah ke mana). Mungkin gue men-set ekspetasi gue terlalu tinggi  ya karena mendengar begitu banyak rekomendasi orang. It has a great taste,but not as great as Niji Ramen. Menurut gue doang lho. Boleh dong tiap orang punya selera sendiri. :)



[caption id="attachment_1983" align="aligncenter" width="529" caption="Gyoza babi udang"][/caption]

Untuk side dishnya, Cici memilih gyoza babi-udang. Katanya Cici, "Kan ramennya udah ayam. Gyozanya harus babi biar seimbang." Hahahaha. Iya aja deh,ci.

Menurut Cici, gyozanya terlalu asin. Tapi menurut gue, gyozanya tuh enak. Bawang putihnya kerasa dan dagingnya gurih gimana gitu. Rasa gyoza ini mengingatkan gue dengan gyoza buatan Mama sahabat SMP gue:')

Overall, gue suka kok sama makanan di sini.  Will I visit this place again? Of course I am (if not too crowded, of course). Gue penasaran dengan mie babi dan menu-menu yang lainnya. Soal rasa, emang belum bisa menandingi Niji,tapi hampir mendekatilah. Kalo soal harga, yah standar harga ramen pada umumnya dan worth it.

Lagian.. Ada Chef-niisan yang bisa dijadiin pemandangan seger. Seriously, penampilannya tuh bener-bener kayak karakter penerus kedai ramen yang gaul (Botak,dengan sebagian rambutnya dicat pirang) came into life. ahahahaa....

Wednesday, February 8, 2012

Joan Loves... the fact she's brave enough to make a big decision abouther hair

It was all started in 2 week ago when I met my high school mate for her brithday. Out of nowhere, kita jadiin bicara masalah her wazy hair. Dari situ, gue sama @Silphee dan @jesicastephanie pun jadi terinspirasi buat melakukan hal yang sama untuk rambut kami.

Dari paling kanan atas melawan jarum jam: Jeje, Silphee, gue, Vleen, and finally the gorgeous one who inspired us: Melgun


For those of you who's seen my photos, it's obvious I don't have a natural straight hair.  Basically, I have a wild curly hair.My hair is so messy and curly, even my teacher called me a "lion hair".

For the past 10 years, I've been straightening my hair. Waktu kelas 1 SMP, gue nyoba keriting papan,yang sangat berat karena papan-papan yang rese itu . Hasilnya enggak tahan lama. Mulai kelas 2 SMP, I tried bonding. Obatnya tuh pedes banget di kulit kepala. Hasilnya pun terlalu lurus & kaku. 2 Years later, I found smoothing treatment. For me, it's a best thing to straighten my hair. Obatnya enggak musuhan sama kulit kepala gue, rambut gue jatohnya bagus, dan tahan lama.

Those 3 things have the same flaws: 1) Saat rambut gue mulai panjang, penampilan gue kayak The Olsen twin di awal 200an. Setengah keriting di atas dan setengah lurus di bawah (In a bad way). Therefore i have to do the same straightening process all over again. 2)Karena smoothing enggak murah, I have to cut my hair first so I could have the lowest price.

It was okay when I was in high school. But now, I have this ambition to grow my hair,but smoothing is so expensive.Mumpung rambut bagian atas gue udah mulai keriting lagi dan melihat hasil di rambut Melgun jatohnya bagus, my mind decided, "Why not?". Yaaa, daripada gue dihantui perkataan "what if",gue coba aja. Beside what do I get to loose? The worst case,kalau jadinya jelek, gue tinggal keramas hari itu juga :P


So 1,5 weeks later, Jeje, Silphee,dan gue pergi ke salon rekomendasi Melgun. Nama salonnya adalah Yucca Salon. Kalau dari Bolevard Raya..patokannya pintu gerbang sebelum K's Bakery,gang pertama langsung belok kiri, terus liat aja rumah dengan plang Yucca Salon, itulah tempatnya.

Di sana gue kasih fotonya Yang Eun Bi of "Flower Boy Ramyun Shop". Ya,maksudnya biar enggak keriting-keriting amat hasilnya. Si pemilikinya dengan santainya bilang, "Ya udah, dikeriting gantung aja."

Honestly, tiba-tiba aja gue jadi  khawatir. Kecuekan gue diganti dengan rasa gugup dan takut kalo jatohnya enggak bagus. Maksud gue, si Melgun tuh emang cantik, jadi rambutnya diapain juga jatohnya bagus. Lhaaa gue??? "Keriting gantung" felt like "hukuman gantung" for me back then >.<

Saat gue mulai dikeriting pun gue merasa makin awkard. Berikut adalah perasaan "funny" yang gue alami selama 2 jam proses pengeritingan tersebut :

1)Saat rambut gue udah di-roll>> Gue berasa kayak Mozart atau kalo jaman sekarang kayak hakim-hakim di pengadilan di Eropa. You know yang make wig kriwil putih itu.



2) Saat rol-rol itu disatukan pakai handuk buat dikasih obat>> I felt like a woman in the 40s. Maybe because it reminds me of that "We can do it" poster.



3) Saat gue bertiga dikeramas bareng. Udah datengnya barengan, semuanya dikeriting pula tujuannya,sekarang dikeramas barengan dan duduknya berjejer pula. I felt like we were one of those shallow besties in teen movie. hahaha. Tapi,mbak-mbaknya sendiri juga sampe ngira kami ini kakak- adik. Hahaha, iya deh,mbak. we're sister from another mother

4)Saat udah selesai dan rolnya dilepas. Rambut keriting gue masih basah. I felt like Michael Jackson in early 90s. HAHA



Fortunately, pas dikeringin hasilnya  termasuk bagus lah. Though, gue masih berasa aneh  dengan rambut keriting ini..







You know what,no matter how  the result turned out to be, I'm still proud of myself for taking such risk to my hair. Hahaha.

Sunday, February 5, 2012

Joan Loves.... to find her old 2007 sketchbook

Jadi dulu gue suka ngesketch...Sekarang sih udah hampir enggak pernah. Alhasil,sketch gue udah jelek banget.

Dulu,kerjaan gue di kelas kalo lagi istirahat,ya bikin sketsa. Di rumah,habis baca komik, langsung ngesketch juga.

Saking sukanya sama Beyond The Blindfold dan Harlem Beat,gaya gambar gue rada terpengaruh dengan gayanya Sakura-sensei dan Yuriko-sensei.

Yah emang enggak bagus2 amat sih. However untuk ukuran seorang Joan, ini udah paling mending. haha

1.Kalo lagi niat..gue tebelin pake rotring.



2. Saya cinta sama Yamapi, terus iseng ngesketch iklan sama photoshootnya dia aja. Enggak mirip? Iya, gue nyadar banget kok. hahaha



[caption id="attachment_1948" align="aligncenter" width="529" caption="Si Yamapi lagi melet... hahaha"][/caption]

3. Di tengah-tengah pelajaran dan bosennya setengah mampus...

kadang bisa ga jelas...





kadang bisa keterlaluan ga jelasnya...langsung dibabat pake pen warna..hasilnya rada serem,ada shemale di bagian atas.. XD



4.Ketika habis nonton anime or baca manga,terus terinspirasi.. Jadinya bagusan dikit.

[caption id="attachment_1943" align="aligncenter" width="529" caption="Keseringan baca side story yang di harlem beat yang gayanya rpg itu..jadinya pengen ngeketch ini"][/caption]





[caption id="attachment_1946" align="aligncenter" width="529" caption="Terinspirasi dari Claymore.. Harusnya ini scene saat si cewek berubah jadi zombie..tapi..hahahaha,ya kita bikin manisan dikit aja. *Pake gula kalee"][/caption]





Joan Loves.... her trip to Manado (5) : Kapel Bunda Maria, Bukit DoaMahawu,Tomohon

Saking excitednya ngepost Danau Linow,gue hampir lupa untuk ngepost tempat ini. Ini juga salah satu highlight Manado trip gue.


Dari luar emang terlihat biasa aja.


But,you'll feel different when you're inside.

Dasar, mahasiswa interior stress. Enggak bisa ngelihat interior lucu,tanpa sadar mulai aktif deh pengantar arsitektur mode-nya. Berikut adalah beberapa analisis seadanya yang otak gue lakukan secara enggak sopan (liburan kok mikirnya sok pinter,jo???)

Sesuai dengan visinya, “Balance of Nature and Spirit”,gue bisa merasakan keseimbangan antara bangunan,jiwa, dan alam.

1)Hal yang paling terasa adalah penggunaan material interiornya yang menimbulkan kesan alam. Pintu masuknya sendiri dibiarkan tidak difinidh dengan keramik, dibiarkan tetap berbentuk semen. Kemudian material bangunan didominasi dengan kayu sebagai rangka plafon,plafon ,dinding dan furniture. Kemudian untuk lantainya menggunakan keramik batu berwarna abu-abu.

2)feeling inside-out  yang didapatkan. Kalau kata fotocopyan semester awal, perasaan inside-out itu adalah ketika kita berada di dalam,tetapi juga kita tetap merasa menjadi bagian dari outside. Jadi meskipun kita berada di dalam kapel, kita tetap merasa menjadi satu bagian dengan alam di luar. Kok bisa? Kalau menurut gue, ini karena penggunaan material kaca di bagian mimbar. Facade kaca dari lantai ke plafon menghadirkan pemandangan dari keindahan Manado. Ketika pemandangan alam yang indah menjadi background saat kita menghadap ke mimbar, tentunya akan  menimbulkan kesan damai dan kesejukan yang dapat memaksimalkan keteduhan saat beribadah. :)


3) Rangka plafonnya yang membuat kesan keseluruhan ruangan jadi  melingkar.Kenapa? Karena menurut gue bentuk yang alami itu bisa ditunjukkan dengan bentuk yang tidak bersudut.

4) Sirkulasi jemaat  dari pintu masuk menuju kursi . Jalan menuju  kursi jemaat yang menurun ke bawah sampai yang terdekat dengan mimbar tidak menggunakan tangga, melainkan menggunakan ramp. Selain memudahkan  manula dan orang cacat untuk mencapat tempat duduk, mungkin arsiteknya juga ingin memakai transisi yang lembut saat orang berjalan. Menurut gue sih kalau berjalan di tangga kan pasti tubuh kita agak terhentak-hentak. Sebaliknya, kalau mengunakan ramp sih, jalannya terasa lebih smooth  aja,baik secara visualisasi interior dan cara berjalan





Meskipun lampu bangunan tidak dinyalakan, ruangan berkapasitas 100 orang ini  tetap terang. Hal ini lagi-lagi  dikarenakan bagian facade mimbar dan pintu masuk menggunakan kaca dari lantai sampai langit-langitnya. Jadi cahaya yang masuk cukup terang bagi orang yang datang untuk berjalan dan melakukan kegiatan berdoa di dalamnya.


Saat ngiseng menyusuri plafon dari atas sampai ke dindingnya, gue menemukan hal yang unik dari bangunan ini. Ternyata bentuk atapnya yang melingkar itu enggak hanya berguna bagi akustik aja.  Saat disusuri bagian atap yang menurun dan bertemu ke dinding,ternyata terdapat celah di balik dinding. Celahnya itu berfungsi untuk keluar masuknya udara, alias menjadi jalur sirkulasi udara alami. Kira-kita sketsa ngasalnya kayak gini lah:


Selain itu, kalau kita perhatikan lagi bagian dinding bangunan ditempelkan lampu tl sehingga nanti bisa digunakan untuk indirect light sepanjang jalur tangga di pinggir ruangan.



Lampu TL yang tersembunyi di dinding bangunan dan celah sirkulasi udara alami :)

Menurut gue sih ini cara  di atas  untuk menyembunyikan utilitas bangunan sungguh pintar. Jadi,meskipun dindingnya terlihat benar-benar tertutup,namun sebenarnya terdapat bagian terbuka untuk sirkulasi udara dan pencahayaan.

Untuk pencahayaan utama ruangnya selain yang tersembunyi di dinding, juga ada indirect light yang terdapat di tengah plafon. Ketika lampu dinyalakan,makin terekpos deh tekstur dan bentuk plafon kayu ini.  Selain itu, terdapat juga lampu sorot yang menggantung di sisi rangka atapnya. Lampu sorot ini berfungsi untuk menyorot Patung Yesus yang terletak di tengah mimbar yang menjadi fokus dari bangunan ini:)


Di bawah ini adalah foto lighting saat semua lampu di plafon dan di dinding dinyalakan.Timbul suasana hangat,lembut, dan mengayomi:


Photo by: Ray Sugiharto

Kalau kita mengeksplor, di samping pintu masuk terdapat tangga. Tangga ini akan membawa kita ke Columnbarium. Enggak ada apa-apa di sini.Hanya ada ruangan terbuka berisi kolom-kolom. Kolom-kolom ini berfungsi menopang bangunan kapel yang berdiri di atasnya. Ruangan ini juga bisa jadi shortcut dari kapel menuju ke halaman belakang.



Pemandangan dari halaman  Kapel. Keren ya :D Yang ketutup awan itu adalah Gunung Lokon.

 

Another pics:


Tidak jauh dari Kapel, berdiri sebuah amphiteater. Too bad, karena waktunya mepet, gue cuma sempet lihat sebentar. Enggak nganalisis banget. Hahaha



photo source: Ray Sugiharto

Kalau gue dapet kesempatan pulang kampung lagi, jelas gue sangat ingin mengunjungi tempat ini lagi. Karena aktivitas yang ditawarkan juga banyak.

Nah, jika ada yang lagi mau berwisata ke Manado, termasuk wisata rohani, gue sungguh merekomendasikan tempat ini.


Photo Credits: unless I wrote "Photo source"on its caption, all photos are taken with my CANON EOS 100D

For more information about this place,visit: http://www.mahawupilgrim.com/

Thursday, February 2, 2012

Joan Loves.... Mary and Max (2009)

Yo, minna-san!!!!How are you today? Just got home today.These past 2 days had been shocking and  tiresome for me. My granny has a minor fracture yesterday. So I was accompanying her at the hospital until my uncle arrives this afternoon. Tomorrow, if God allows it  she'll have the surgery. So please for her :)


Apa hubungannya that accident with this movie? Jadi, sambil ngejagain Oma di RS, gue ditemani film Mary and Max biar enggak bosen-bosen amat.





THE PLOT


Cerita berawal di Australia, negara asal tokoh utama kita yang pertama,Mary Daisy  Dinkle. Ayahnya adalah seorang pemasang tali ke teabag, sementara ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga dengan  dua hobi 'meminjam' barang di semua tempat yang dikunjunginya dan 'mencoba' Sherry secara terus menerus. Dengan orang tua yang kurang memberikan perhatian dan  meninggalnya kakek Mary, Mary merasa kesepian. Di sekolah pun keadaannya tidak terlalu berbeda. Ia sering di-bully oleh anak-anak di sekolahnya sehingga Mary sama sekali tidak mempunyai teman, kecuali figur kartun 'Noblets' buatannya sendiri.


Suatu hari di kantor Pos, Mary terpikirkan sebuah ide ketika menemukan buku alamat penduduk di New York. Secara acak, ia memilih nama orang di buku itu,kemudian mengirimkan orang tersebut surat yang isinya mengajak berkenalan.



Orang yang menerima surat itu adalah Max Jerry Horrovitz, seorang penderita Asperger yang tinggal di New York. Karena kelainannya, dia juga mengalami social akwardness sehingga sulit untuk mendapatkan teman.Satu-satunya teman yang Max miliki selama ini adalah teman imajinari.




Ketika mendapatkan  surat asing tersebut, Max langsung menjadi panik,namun pada akhirnya memutuskan untuk membalas surat tersebut. Persahabatan  lewat kegiatan surat menyurat antara Mary dan Max pun dimulai :)




The Reason I L.O.V.E It


Gue murni enggak sengaja menemukan film ini, gara-gara lagi surfing di youtube aja,eh ketemu deh trailer filmnya. Melihat sepertinya menarik,gue pun menonton film ini dan memutuskan bahwa film ini DAEBAK BANGET. ahahhaa


>>Dari segi teknisnya.


Animasi ini menggunakan clay stop motion. Menurut gue sih,film jenis ini langsung membuat gue berpikir bahwa film ini  super duper keren. Gila!! gue bikin stop motion pake sketsa buat 30 detik uas gue aja udah sampe nangis-nangis... Ini mereka bikin 1jam 28 menit,clay pula, beeeeh!!Udahlah,keren gila!


It's also interest how the animator picture both character's world. Dunia Mary  yang  naif , menggunakan warna-warna sephia. Sementara di dunia Max, yang nuansanya sedih dan suram, menggunakan warna hitam-putih. Gue enggak tahu sih alasan yang jelasnya apa.Gue cuma melihat hal ini cukup menarik aja. Mungkin ada yang bisa menjelaskan secara lebih lengkapnya? Karena gue yakin alasan dunianya si Mary tuh pake nuansa sephia enggak sekedar karean nih anak suka sama cokelat aja. Dan alasan New Yorknya dikasih hitam putih enggak sekedar karena penuh asap dan berisik sampai bikin Max pusing aja sih.... :)


To be fair, model-modelnya tokohnya sih rada weird banget,enggak ada unyu-unyu,terutama orang-orang tuanya. However, lama-kelamaan juga bakal terbiasa dan akhirnya gue menganggap modelnya unyu juga hahaha.


>>Dari segi ceritanya


Jujur, gue berpikir bahwa ini paling cuma cerita ringan untuk anak-anak saat baru sampai  lima menit pertama. Dari awal film, ada narator yang menarasikan tokoh-tokohnya siapa aja dan bahasanya sungguh sederhana. Begitu menit ke-6, gue menyadari bahwa film ini enggak seringan seperti kelihatannya. As the story's progressing, kita akan melihat kompleksnya cerita ini dan sungguh menyentuh.


>>Dari Segi tokoh


Tentu saja gue sangat suka sama Mary-Max. Keduanya tuh bener-bener bertolak-belakang secara latar-belakang,tetapi mereka bisa berteman. Jenis persahabatan mereka itu oke banget: pure, enggak melihat  latar belakang mereka masing-masing.


Dari sisi Mary,kita bisa melihat perjalanan seorang anak beranjak dewasa. Dia enggak hanya harus menghadapi kesepian karena enggak punya teman. Seiring berjalannya waktu, kita melihat bagaimana Mary harus menghadapi masalah digangguin anak-anak di sekolah, cinta, kehilangan anggota keluarga, cara bisa mendapatkan rasa percaya dirinya,kehilangan semua yang pernah diraihnya, dan bagaimana surat Max bisa menyelamatkan dia dari semua masalah itu.


Dari sisi Max, kita bisa melihat kesulitan seorang penderita Asperger yang mengalami kesulitan tersendiri karena enggak semua orang bisa mengerti  Max dan Max sendiri  juga mengalami kesulitan memahami emosi orang awam. Namun yang membuat gue tersentuh adalah dengan mendapatkan surat-surat dari Mary, Max mulai belajar sedikit demi sedikit untuk  berusaha menghadapi dunianya dengan aspergernya.


>>Surat-suratnya.


Ada beberapa scene kegiatan surat-menyurat yang sangat gue suka dan mengena di hati gue:


1.)Mary menjawab pertanyaan Max mengenai kehidupan sosialnya di sekolah yang dijauhi oleh anak-anak di sekolah dan tidak disukai gurunya.Salah satunya, ada seorang anak yang suka banget gangguin Mary karena birthmark Mary yang bentuknya aneh. Surat itu berakhir dengan pertanyaan: "Have you ever been teased? Can you help me?"



Max sempat mengalami nervous breakdown karena teringat sama masa lalunya yang juga traumatis. Namun,akhirnya surat itu dibalas dengan solusi yang sebenernya simpel (agak salah sih): bahwa bilang aja saat di surga Mary lah yang akan bertanggung jawab atas semua cokelat karena birthmarknya terbuat dari cokelap. jadi kalo tuh anak macem-macem, Mary ga bakalan ngasih cokelat ke dia. hahaha... And guess what, it works. XD


2)Di satu titik, Max memutuskan bahwa walaupun ia tidak ingin mengubah apapun tentang kondisi Aspergernya, ia ingin mengubah satu: Ia ingin bisa menangis. Setidaknya untuk bisa berkabung saat ikan peliharaanya meninggal. Untuk itu, Max meminta solusi dari Mary supaya bisa menangis.


Guess what? Mary pun mikirin hal yang sedih-sedih biar bisa nangis. Air matanya disimpen ke dalam botol dan dikasih ke Max.  In case, Max can't have his own tears, he could tread Mary's tears as if it was his..aww~~~ so sweet :D



3) Seperti pertemanan pada umumnya. Hubungan Mary dan Max juga pernah ups and downs. Suatu hari Mary melakukan hal yang bikin Max marah besar sampe Max beneran enggak mau  berkomunikasi. Hal itu bener-bener bikin Mary rapuh. Dia mulai kehilangan ketertarikan akan dunianya yang lagi pada puncaknya sampai suaminya pun ninggalin dia.Padahal saat itu Mary lagi hamil. Di tengah keputusasaannya sampai mau bunuh dir, surat Max lagi-lagi menyelamatkan Mary. Initi suratnya Max memaafkan Mary. Di suratnya juga tertulis:




The reason I forgive you is because you are not perfect. You are imperfect, and so am I



Okay.. daleeeem :') I think I would post that in seperated post..



4) As Mary who treasured Max's letter in special box, so did Max. Bertahun-tahun lewat sudah, kiriman air mata itu masih dipajang Max. Begitu juga dengan surat-surat Mary yang dikumpulkan menjadi satu dan ditempel di plafon apartemen Max. So Sweet yaaaa?? XD



CONCLUSION


YOU SHOULD WATCH THIS MOVIE!!!Why? Because it is one of the best "based on true story" animation people ever made. It might be carrying more serious issues  than I thought. However, since it uses such simple languages, simple yet sincere gestures, it won't be that boring. For my self, I  found some scenes just simply adorable or funny :)


 There are so much things we could learn about, from The film deals with themes including childhood neglect,self-loving, the obscurity of life, teasing, loneliness, Asperger syndrome, obesity, depression and anxiety. But most of all, about FRIENDSHIP.


This movie taught me much about friendship. Friendship could be started with a very simple and the most random thing in the world. But,how we managed to treat our friend and keep our relationship will determine how deep  our friendship will be. If we treasure it, it will last longer than we would ever expected.


Honestly, gue jadi keinget sama temen-temen gue, terutama si Super LS Family itu Kenapa? Ya karena awal pertemanan gue sama beberapa dari mereka itu berada di situasi yang sangat random banget: cuma gara-gara ngecengin cowok yang mirip Taemin di Pizza Hut. Eh,dari situ malah akhirnya jadi temenan deket sampai sekarang. Hahaha


Friendship will have ups and downs. So  there is always going to be fights, misunderstandings and such.Of course and it's normal if you can get mad to your friend when they hurt you. However, you have to remember that your friend is human. Human are imperfect. So you have to accept those imperfects and learn to forgive them. Beside, if you've made a mistake,you wanted to be forgiven ,too,right?


As I end this post, I would like to quote this sentence:



“God gave us our relatives; thank God we can choose our friends.”-Ethel Watts Mumford

So yeah, thank goodness, I could choose my friend. And, boy, I never regret the time I chose the people from school,church,and of course Super  Family as my friend. Love you, teman-temin... :D