Monday, November 28, 2011

Joan Loves.... to make a comment about "TWILIGHT SAGA : BREAKING DAWN Part 1"

I'm not a big fan of Twilight Saga. The 1st book was great and made me fall in love with Edward, but the rest of the book and movie adaptation was not okay for me. The only reason I watched the first 3 movies of Twilight because I'm in love with Robert Pattinson, then Jackson Rathbone, then Taylor Lautner, then Jamie Campbell Bower.


Kali ini sebenernya gue agak males mau nonton Breaking Dawn karena temen-temen gue udah pada nonton Sabtu kemarin (di hari yang sama saat gue terjebak di family gathering kantor nyokap). Bahkan sebenernya gue mau nunggu DVD rip aja. Tapi dasar emang udah cinta sama Robert Pattinson, gue merasa harus nonton, terlepas dari seaneh apa pun peran yang dimainkan Abert,alias Ayang Abert (JO!!!!!!). XD


Akhirnya gue memutuskan buat nonton di bioskop. Sendirian. Enggak apa-apa sih. Kalo gue nonton sama Super LS Family, kayaknya lengan sama pahanya @Silphee bakal habis gue cubitin saking gemesnya :D




PLOT 


Basically, bagian pertama dari Breaking Dawn ini hanya mengulas tentang Edward dan Bella akhirnya menikah,Jacob sebel soalnya Bella mau having sex karena pas masih menjadi manusia, bulan madu Edward-Bella, Bella hamil, lalu melahirkan, dan akhirnya Bella jadi vampir. As simple as that..


My Thoughts


Setelah pengalaman gue dengan seri Twilight yang sebelumnya, gue emang tidak mau berekspektasi lebih dengan lanjutannya. I mean, novelnya aja udah sangat Harlequin versi remaja, which means cuma bagus kalo dibaca. Kalo dihidupkan ke film, akan terlihat sangat norak, aneh,dan membuat buku kuduk gue merinding (in a bad way).


Ternyata firasat gue sedikit benar. Alur ceritanya terlalu simpel untuk dijadikan movie yang epic (I still think Twilight should be made in TV series not movie franchise). Line antar tokohnya juga masih berlebihan dan agak aneh. Terus karakter-karakter utamanya makin minta digetokin satu-satu:


1. Edward. As much as I love Robert Pattinson, gue enggak tahan sama Edward.  This is the first time I saw Edward acting like 17 year old teenager who doesn't ready being a father. Okay, I get it deh kalau dia takut Bellanya mati, but please deh... arrggh Anak juga anaknya dia,bukan hasil selingkuhan.


2. Bella. Dari awal filmnya, gue udah kepengen ngegetok kepalanya dia. Gue suka rada enggak tahan sama ekspresi enggak yakin-menderita kayak tokoh sinetronnya.


3. Jacob. As much as I drooled looking at your chiseled abs, gue sangat gemes melihat sikap loe. Take control of yourself,doggie.


Oh,dan bener kata cowok-cowok.. Breaking Dawn itu emang soft porn... Sebagian besar film kita cuma ngeliatin Edward-Bella making out. Pantesan pas gue nonton banyak cowok-cowok (tanpa bawa gandengan cewek) nonton film ini.  Bukannya gue enggak setuju sih.. It's just akward aja nonton film dengan banyak adegan almost intim bersama orang banyak.


Okay moving on..


Senorak-noraknya Breaking Dawn, ada beberapa hal yang membuat gue cukup terhibur saat menonton ini. Hal ini dibagi menjadi dua kategori:


1) Menghibur dan membuat gue cukup terkesan:


- Penggunaan warna di film yang satu ini enggak segloomy di film sebelumnya :D


- The wedding scene. Seriously, I got chills when I watched it. Dekorasinya indah banget, di hutan dan dihiasi bunga-bunga putih.



Gue suka sama wedding dressnya. Simple, tapi anggun :D. Mungkinkah perancangnya terinspirasi sama gaun pengantinnya Kate Middleton..halah! However, it's Carolina Herrera we're talking about. Of course, she always make everything look so beautiful and elegant XD. Gimana ya describenya? Hmm pokoknya sedikit mirip gambar di bawah




[caption id="attachment_1275" align="aligncenter" width="300" caption="Enggak kayak gini sih aslinya. Ini interpretasi dari designer lain. Cuma bagian punggungnya semacam ini,lace begitu."][/caption]

It's kinda a mermaid wedding gown. Roknya lebih simple dari yang di gambar,enggak ada hiasannya, tetapi ada semacam tali yang bisa digelangkan ke pergelangan tangan biar roknya terangkat gitu. Kira-kira sketsa asal-asalannya kayak gini:




[caption id="attachment_1276" align="aligncenter" width="317" caption="Kira-kira begini nih.. Duh maaf ya, saya udah lama enggak ngesketch. Jadinya ya agak aneh gitu "][/caption]

But most of all, yang bikin gue merasa ini adalah satu-satunya scene ternormal dan termanis karena saat Edward-Bella lagi ngucapin Wedding vow,ada  "Flighless Bird American Mouth" sebagai backsoundnya :D


-its special effect. Gue kagum sama special effect yang berhasil membuat Kristen Stewart terlihat seperti anorexic. Yes, people, bagi kalian yang serem dan berspekulasi kalau Kristen harus melewati diet ketat supaya jadi kurus kering begitu, tenang saja. Kristen said herself that it was all computer effect :) (sumber: here)


-The Clearwater Siblings. Gue suka Leah yang terlihat cool. Terus adiknya, Seth, wahh dia itu sangat menggemaskan. Beneran deh, gue melihat si Seth kayak puppy dog yang masih polos dan manis.. Ih pengen gue bawa pulang,terus dijadiin peliharaan :D




[caption id="" align="alignnone" width="800" caption="The Clearwater siblings, Seth and Leah"][/caption]

-Soundtracknya bagus-bagus :D. My favorite is Christina Perri's "A Thousand Years"

2) Menghibur dan membuat gue ingin ketawa ngakak sampai gue harus gigitin sedotan minuman supaya enggak kelepasan:


-The vampires.. Yeah, gue masih ngakak dengan kulit putih para vampir. Kayaknya mereka pakai BB cream deh. Bahkan ada satu scene di bulan madu Edward-Bella kelihatan kalau kepalanya Edward jauh lebih putih daripada dada ke bawah.


- Jamie Campbell Bower  yang unyu itu lagi-lagi perannya cuma berdiri manis di dalam mimpi Bella. That's it, enggak ngomong sama sekali


-The 'beach scene'. Ini adalah scene sebelum mereka having sex.. So they're skinny dipping in the beach dan bermandikan cahaya bulan. Okay, I know it's supposed to be romantic scene, but all I can think about is "Little Ashes". Itu lho film yang dimainkan oleh Robert, dia jadi Salvador Dali, dan ada scene dia lagi berenang bareng Javier... Lupa?




[caption id="attachment_1279" align="aligncenter" width="529" caption="Scene dari 'Little Ashes' yang gue maksud.. Walaupun cara pengambilannya beda, tetapi sama-sama lagi berenang sambil making out dan bermandikan sinar rembulan.. etsaaah"][/caption]

- The 'sex scene'.. Come on, siapa sih yang enggak ngakak saat Edward saking horny banget sampai panel dinding hancur, ranka ranjang patah, bulu-bulu angsa dari bantal bertebaran ke mana-mana? Coba yang pencitraan di novelnya itu bener-bener digambarin keseluruhannya,behh, gue mungkin udah enggak bisa nahan ketawa.


- scene Jacob berantem dan berdebat sama sukunya dalam bentuk serigala mengenai Bella harus dibunuh atau enggak. Gue berasa udah enggak nonton Twilight lagi, malah kayak nonton animasi tentang binatang mitos.. Yep, kayak nonton Narnia.


-Scene Jacob ngelihat RENEESME (anaknya Bella). Gue masih berpikir kalau Jacob yang terimprint ke Reneesme itu agak hideous. Gue tahu sih kalau cinta enggak mengenal umur dan kayaknya normal gitu cowok jadian sama cewek berumur setengah dari umur si cowok itu sendiri , but still.. err.. baru kali ini gue melihat cowok yang jatuh cinta tepat saat ceweknya baru lahir.. Gue malah merasa kok Jacob agak... er..begitulah.


-The last but not least adalah scene paling terakhir, transformasi Bella menjadi vampir. Gue masih oke saat melihat Bella yang kurus kering menjadi sedikit berisi, rambut kusam jadi cokelat bercahaya kayak iklan shampoo. Yang bikin gue geli adalah ketika perubahaan wajahnya. Yeah,bibir dan pipi kembali merona itu masih normal. Err.. kenapa mata hitam kayak panda tanpa riasan  itu tiba-tiba kembali normal dengan tambahan pakai EYESHADOW cokelat segala???Kayaknya enggak ada scene Bella didandanin wajahnya deh. Cuma digantiin baju doang.


Btw, bagi yang udah nonton, kalian pada nyadar enggak kalau Edward udah enggak berglitter lagi di bawah sinar matahari? hahaha. Bagus deh.



CONCLUSION


As a 21 year old person, gue enggak bisa melihat ini sebagai the best romantic movie of 2011. Instead, I felt like this is the most awkward movie after 'Epic Movies' that Hollywood ever made. I gave this 5.9/10 ( 0.9 karena soundtracknya bagus-bagus).


I won't recommend this MOVIE  to a hopeless romantic who still has a logical mind when it comes to fiction or anyone above 18. You'll find this movie too ridiculous to be watched.


BUT, if you're a teenager or  a Twilight die hard, I think you'll find "Breaking Dawn: Part 1" as a great and most romantic movie yet (masih ada Part 2 soalnya) and much better than the previous movies. Oh, for you people who  now are dating a vampire and want to know what will  happen when your vampire boyfriend got you  pregnant, you should watch this movie, too.

No comments:

Post a Comment