Thursday, November 24, 2011

Joan Loves... Visiting Kemiri

Sepulangnya dari Philips Store, gue , Cika, dan Tika langsung menyeberang dan mampir sebentar ke Pejaten Village. Maklum udah jam makan siang, dan otak gue yang sepertinya udah pindah ke perut ini berkoar-koar minta makan.


Semuanya baru pertama kali ke Pejaten Village.  Kami enggak tahu-menahu dimana tempat makan yang enak. Pikiran kami langsung mau mencari foodcourt aja biar lebih gampang memilih. Alhasil, we ended up @ Kemiri.


Gue sukaaaaaa banget sama interiornya. Konsepnya hampir mirip sama Eat&Eat di Mall Kelapa Gading,suasana restoran-restoran kaki lima yang tradisional. Kalau di Eat&Eat suasananya lebih kerasa peranakan cina, di Kemiri lebih terasa suasana jadul yang lokal gitu.




However, gue menyukai Kemiri hanya sampai interior aja karena :


- Harga makanannya mahal untuk ukuran makanan lokal dengan porsi yang kecil. Makan sate ayam Rp.24000,00 udah cuma dapet beberapa tusuk aja, gue sangat yakin itu dia juga ngasih setengah lontong T__T.


-Cara transaksinya lebih ribe:


1)Kita akan diberi kartu elektrik



2)pilih mau duduk di meja nomor berapa.


3) pesan makanan di tempat yang kita mau.  nanti kartu elektronik nanti akan digesek untuk merekam pesanan kita apa aja.


4)enjoy your meal


5)bayar di kasir setelah mau pergi..


Sayangnya, hari itu adalah hari pertama mereka menggunakan sistem baru (gue juga enggak tahu sistem lamanya gimana), jadi masih sempet kagok dan sempet ada kesalahan teknis gitu. Masa @tikasudrajat yang cuma pesen 1 roti prata dan teh tarik, kena charge Rp70000,00. Padahal seharusnya enggak segitu juga. Alhasil kita harus nunggu lumayan lama sampai urusan regristasi tetek bengek itu selesai dan Tika mendapatkan kembaliannya.


Yah,tapi kalo udah lapeeet banget, apa daya? Makan tetep lahap lha ya ;)


No comments:

Post a Comment